Jumat, 31 Oktober 2025

Semangat Baru Penuh Keceriaan, Para Siswa SMA Korpri Bekasi Peringati Hari Besar Islam

                      

                                             


       

BEKASI,ATLANTIS.com - SMA Korpri Bekasi kembali menggelar kegiatan rutin tahunan dalam rangka memperingati Peringatan Hari Besar Islam (PHBI). Tahun ini, acara PHBI diisi dengan semangat baru, penuh keceriaan, dan tentunya bermakna besar. Tujuan utamanya tetap sama, menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad S.A.W serta mempererat tali silaturahmi antarwarga sekolah.


‎Acara ini menjadi momen yang ditunggu-tunggu para siswa/i, karena PHBI bukan hanya sekadar perayaan, tapi juga ajang untuk menunjukkan bakat dan kreativitas dalam nuansa Islami.


‎Berbagai lomba seru digelar untuk memeriahkan acara, mulai dari lomba kaligrafi, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ), lomba adzan, hingga ceramah keagamaan. Yang tak kalah unik, ada juga lomba kreasi hijab dan catwalk islami, di mana para peserta menampilkan gaya busana muslim yang sopan namun tetap stylish. Memperlihatkan bahwa berbusana Islami bisa tetap modern dan menarik.


‎Beberapa lomba yang diadakan antara lain MTQ dan MHQ  yang berlangsung di masjid sekolah. Suasananya terasa syahdu dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang merdu dan penuh penghayatan. Para peserta benar-benar menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an.


Sementara itu, lomba kaligrafi diadakan di audititorium sekolah. Ruangan penuh dengan semangat dan kreativitas para peserta yang serius menggoreskan huruf-huruf Arab indah di atas kertas. Hasil karya mereka amat mengagumkan, penuh makna dan estetika Islami yang menenangkan mata.


‎Selain itu, lomba ceramah juga menjadi favorit. Para peserta dengan percaya diri menyampaikan pesan-pesan moral dan nilai-nilai Islam dengan gaya yang menarik. Banyak di antara mereka yang mampu membuat penonton terinspirasi sekaligus terhibur.


‎Kegiatan PHBI di SMA Korpri Bekasi tahun ini berjalan lancar dan penuh makna berkat usaha dan kerja keras panitia penyelenggara. Selain mempererat silaturahmi antar siswa dan guru, acara ini juga jadi ajang untuk menumbuhkan semangat beragama dan rasa bangga menjadi generasi muda Islami (*).

 


 

Penulis Oleh : Nabila Nur Shakira – Kelas : XI.7 IPS

Editor             :  Aisyahra Mulyawati     

Senin, 27 Oktober 2025

Hari Santri : Perkuat Toleransi Dan Kerukunan Agama, Para Siswa SMA Korpri Bekasi Lakukan Ibadah Berjamaah Di Pagi Hari

                                      

                                                       

BEKASI, AtlantisNews  - Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, siswa-siswi SMA Korpri Bekasi melaksanakan kegiatan ibadah berjamaah di pagi hari pada Selasa (22/10 2025).  Kegiatan ini diikuti dengan penuh semangat oleh seluruh warga sekolah.


Acara dimulai pukul 06.30 pagi. Bagi siswa beragama Islam, kegiatan diawali dengan pembacaan ayat ayat suci al quran, sholat dhuha dan dzikir bersama. Mereka tampak khusyuk mengenakan busana muslim, sementara lantunan doa menggema di udara, menciptakan suasana damai dan penuh makna.


Di sisi lain, siswa-siswi beragama Kristen juga melaksanakan ibadah pagi di tempat terpisah, tepatnya area Di bawah pohon rindang (DPR) sekolah. Suasana ibadah berlangsung tenang dan penuh kekhusyukan.


Kegiatan ini bukan hanya untuk memperingati Hari Santri semata, tetapi juga sebagai sarana memperkuat toleransi dan kerukunan antarumat beragama di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, SMA Korpri Bekasi menunjukkan bahwa semangat Hari Santri Nasional dapat menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai religius, toleransi, dan kebangsaan di kalangan pelajar (* ).

 

 

 

Penulis Oleh  : Aura / Kls 11

Editor            :  Aisyahra Mulyawati


Rabu, 28 Mei 2025

Implementasikan Kurikulum Merdeka, Siswa SMA Korpri Bekasi Sukses Gelar P5 Gaya Hidup Dan Kewirausahaan

                             

                                                             


 

KOTA BEKASI,ATLANTISNews -  Staff Kurikulum SMA Korpri Bekasi,Septia Rizmadita mengatakan, beberapa contoh kegiatan P5 meliputi membuat Poster, Infografis, video,hingga penyediaan hari permainan tradisional.


Untuk Kelas XI temanya tentang kewirausaan dan suara demokrasi dna akan mempresentasikan Infografis tentang kewirausahaan dan membuat logo brand usaha mereka (digital marketing) agar diterima oleh Masyarakat luas .


“Dan untuk suara demokrasi itu, bagaimana mereka menyampaikan aspirasi pendapat yang positif melalui Yel-Yel Posternya.  Adapun presentasi terkait P5 ini dibuatnya disini system kelas , nanti akan jadi  penyelenggran atau  untuk mempresentasikan  hasil karya mereka masing-masing. Kemudian nanti diambilnya dari kelas lainnya ,” ucap Septia Rizmadita saat bincang-bincang dengan media AtlantisNews, Rabu (28/05/2025) di sekolah.


Untu P5 tersebut, tujuan utama adalah bertujuan untuk membentuk karakter siswa. Selain  membuat karya, hasil gongnya bukan di produk, bagaimana  mereka membentuk karakternya dan hidup berkelanjutan , bukan hanya membuat flayer digitalnya jago, bagus dan menarik.


“Tapi bagaimana terkarakterisasi mereka jadi lebih peka peduli akan lingkungan,tidak buang sampah sembarangan. Dan untuk wirausahanya tumbuh menjadi jiwa wirausaha, kompetitif dan sebagainya. Motivasi kami dari para guru, bagaimana bisa meng-implementasikan  Kurikulum Merdeka dengan harapannya, siswa memiliki karaktersisa lebih terbentuk sebagai misi  SMA Korpri Bekasi sebagai sekolah Adiwiyata,” tutup Septia Rizmadita menakhiri perbincangan (*).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                       

 



SMA Korpri Bekasi Gelar P5 Gaya Hidup Sekolah Adiwiyata Untuk Perkuat Karakter Siswa

 

                                                  


KOTA BEKASI, ATLANTISNews - SMA KORPRI Bekasi menggelar Gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), pada Rabu (28/05/2025). Kegiatan P5  yang merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka, bertujuan untuk memperkuat karakter dan kompetensi siswa agar sesuai profil Pancasila.


Kegiatan tersebut menampilkan karya-karya peserta didik yang sudah di buat dalam kelompok-kelompok per kelas. P5 melibatkan kegiatan kokurikuler berbasis proyek, yang fokus pada mengamati dan mencari solusi terhadap masalah-masalah di sekitar. 


“Kegiatan P5 membantu siswa untuk mengembangkan potensi diri, pemberdayaan diri, peningkatan diri, pemahaman diri, dan peran sosial mereka,” ujar Wakil Kepala SMA Korpri Bekasi Bidang Kurikulum, Bujang,M.Pd saat dikonfirmasi media AtlantisNews, Rabu (28/05/2025).


Karya P5 ini untuk merangkum semua kegiatan para siswa/wi SMA Korpri Bekasi semester  2 dari kelas X dan kelas XI  ada tiga tema. Untuk kelas X  temanya gaya hidup berkelanjuta berkaitan dengan lingkungan,para siswa akan mempresentasikan hasil karyanya seperti Flayer digital , Infografis berkaitan dengan lingkungan.


“Salah satunya ada Eco Enzyme yang sudah berhasil di praktekan, dan bagaimana mereka menjaga lingkungannya  sebagai misi SMA Korpri Bekasi  yaitu sekolah Adiwiyata. Sebagai bagian dari Kurikulum Merdeka, P5 diharapkan dapat menciptakan siswa yang memiliki karakter yang kuat, sesuai dengan nilai-nilai Pancasila,”ungkap Bujang (*).


Selasa, 27 Mei 2025

Guru Dan Siswa SMA Korpri Bekasi Keren ! Sukses Buat Inovasi Sabun Eco-Enzyme Dari Limbah Organik

  

                                          


KOTA BEKASI, ATLANTISNews – Guru dan para siswa SMA Korpri Bekasi telah membuat gebrakan inovasi baru yaitu,Gerakan Program Berbasis Lingkungan Hidup Sekolah (PBLHS) oleh para siswa SMA Korpri Bekasi membuat sabun Eco-Enzyme, melalui hasil fermentasi limbah organik buah dan sayur.


Eco enzyme adalah cairan serbaguna yang ramah lingkungan dan dihasilkan dari fermentasi sampah organik seperti buah dan sayuran. Hampir semua buah dapat dijadikan sebagai bahan untuk membuat eco enzyme, seperti jeruk, apel, pisang. Selain itu, sayuran macam wortel, kubis, dan bayam, juga dapat dimanfaatkan dalam pembuatan Eco enzyme.


“Pembuatan Sabun Eco-Enzim dilakukan untuk mengurangi jumlah sampah organik, mengurangi polusi air dan tanah, serta mendukung prinsip zero waste dan mengurangi footprint untuk bumi lebih baik,”kata  Guru Kimia SMA Korpri Bekasi, Sri Yanti, S.Pd  saat dikonfirmasi tim media AtlantisNews,  Selasa (27/05/2025) di sekolah,


Sampah organik yang tidak layak dipakai dalam pembuatan eco enzyme antara lain daun-daun kering dari sampah kebun atau pertanian, daun dan batang pisang, kulit ubi, talas, serta biji-bijian besar seperti biji mangga, durian, dan sebagainya.


“Sampah rumah tangga, yang sudah terkena minyak atau terlanjur menumpuk di tempat pembuangan sampah umum, tak bisa dijadikan bahan pembuatan eco enzyme. Dan Eco enzyme dapat dimanfaatkan sebagai pembersih serbaguna, pengusir hama, perangsang pertumbuhan tumbuhan, pupuk tanaman, dan banyak manfaat lainnya,


“Pembuatan Sabun Eco-Enzim  juga dilakukan untuk mengurangi jumlah sampah organik, mengurangi polusi air dan tanah, serta mendukung prinsip zero waste dan mengurangi footprint untuk bumi lebih baik,” jelasnya,


Pembuatan eco-enzim dilakukan saat praktek kimia di kelas XI IPA oleh Siswa Bernama Fathina-Najwa-Rania-Shainy-Abiyyu-Almuzaky.


Keutamaan penggunaan Eco Enyme telah mengolah Sebagian sampah dan mengurangi beban Tempat Pembuangan Sampah (TPA). Mengurangi penggunaan produk yang mengandung bahan kimia sintetis yang berbahaya bagi Kesehatan manusia dan lingkungan “Adapun manfaat dari sabun Eco Enzyme ini adalah  limbah yang dihasilkan ramah lingkungan, hemat biaya, serta dapat membersihkan barang barang seperti wadah makanan,” jelasnya (*).





Oleh Tim " ATlantis Jurnal SMA Korpri Bekasi 

Editor  ; Aisyahra Mulyawati 

 

 

 

 

 

 


Polisi Imbau Pada Masyarakat Bekasi : Waspada Beli Produk Skincare,Banyak Beredar Yang Palsu

                                     

                                                                     




BEKASI,ATLANTIS -Polres Metro Bekasi telah berhasil mengungkap kasus produksi dan penjualan skincare palsu yang beredar di Kabupaten Bekasi dengan merk GlowGlowing dan Elstm Skin Care.


 Kombes Pol Mustofa mengatakan,dalam Penangkapannya unit krimsus Polres Metro Bekasi berhasil menyita berbagai barang bukti di antaranya :  Facial Wash 1020 Pcs, Toner 1022 Pcs,Serum 1015 Pcs, Cream Siang 1035 Pcs, Cream Malam 1035 Pcs, Gel Whitening 1030 Pcs, Bahan Baku Sabun 20 Dirijen, Bahan Baku Bass Cream Putih 2 Dus, 6 Unit Hp Berbagai Merk.


“kasus ini bermula dari laporan pemilik merk ‘GlowGlowing’ Poppy  yang menerima komplain melalui DM dari pelanggan tentang produk skincare yang menyebabkan wajah panas dan beruntusan,” ungkap Kombes Pol Mustofa,


Lebih lanjut kata Kombes Pol Mustofa, kemudian setelah melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian,unit krimsus Polres Metro Bekasi kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap para tersangka.” terang kapolres.


"Tersangka memproduksi skincare palsu dengan cara membeli bahan baku dan kemasan botol melalui toko online tanpa izin dari Pemilik Merk. Mereka kemudian menjual produk tersebut melalui online shop Shopee dan Lazada dengan harga yang lebih murah dari produk asli.” Jelasnya,


Selama menjalankan usaha tersebut, tersangka dapat melakukan penjualan produk lebih dari 100 Paket/hari dengan omset yang didapat mencapai Satu Milyar dua ratus juta rupiah atau lima puluh juta rupiah/bulan. Tersangka dijerat dengan pasal 435, 436 UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan pasal 100 ayat (2) UU No. 20 Tahun 2016 tentang Merk dan Indikasi Geografis. Ancaman hukuman penjara paling lama 12 tahun dan denda paling banyak lima miliar rupiah.


Kombes Pol Mustofa menghimbau kepada  masyarakat diharapkan untuk lebih waspada dan teliti dalam membeli produk skincare.  “Pastikan Anda membeli produk dari sumber yang terpercaya dan memiliki izin yang jelas,” tutupnya (red).